Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Diena ar razita's Site

Blog EntryNov 26, '09 10:23 PM
for everyone
Cuittttt… masya Allah sering terlihat sepasang anak berseragam SMP, SMA sedang asyik berpelukan di kendaraan roda dua, seolah-olah jalan itu kosong, seolah-olah mereka adalah pasangan teromatis abad ini, seolah-olah tak ada lagi yang melarang bahkan hukum sekali pun. Belum lagi dimall, di kampus, di sekolah, di mana aja dech pokoknya dimana pun berada tak luput dari pandangan 2 insan yang di landa cinta… ciiieeee…. Wuih… nek rasanya saat ditegur pun apa kata mereka “ hak asasi manusia dong “ so watt… tahu hak manusia tapi apakah kamu lupa hak manusia adalah menaati perintah dan larangan yang menciptakanNya. Duhhh.. Ternyata bukan hanya para remaja atau pemudanya saja yang terasyik memandu cinta terlarang tapi juga para bapak-bapak ibu-ibu yang sebenarnya sudah memiliki pasangan sah malah berselingkuh dengan wanita atau pria lain ( eittt… bapak-wanita, ibu-pria, jangan terbalik loe) cros cek saja beberapa program TV di stasiun TV, tak tabu lagi saat mereka bergandengan, berpelukan bahkan ke salah satu hotel,. Masya Allah entah kemana rasa malu seorang sosok anutan dari para pemuda itu. Singkat cerita ujung-ujung cerita dan endingnya adalah SEKS. Jangan tercengang, kata-kata ini tak tabu lagi dimasyarakat kita bahkan bisa jadi menjadi konsumsi publik, jangankan untuk para bapak-ibu saja namun juga para pemuda-pemudi tak lagi takut untuk menlafaskan kata berawalan huruf S ini. Kenapa ?.. banyak faktornya baik itu dari individu, keluarga, lingkungan bahkan perananan negaranya, 1 faktor awal pemicu hal ini, yakni mulai mrebaknya berupa seminar, penyuluhan, aksi atas nama KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA pada para pemuda-pemudi Indonesia dengan dalil agar pemuda-pemudi kita tahu bagaimana kesehatan reproduksi pada remaja, yang dulunya tabu menjadi hal yang lumrah. Nauzubilah. Fakta menjawab setelah adanya program KRR (Singkatnya ) itu bukan malah memperkecil tingkat seks bebas dikalangan pemuda-pemudi namun sebaliknya Menjerumuskan. Mau tau ini dia… Sejak tahun 1994- kini program ini diiemlementasikan melalui Departemen Kesehatan, BKKBN, Departemen Pendidikan Nasional, LSM dalam dan laurnegeri bedasarkan penelitian YKB di 12 kota besar di Indonesia pada tahun 1992 ssebelum ada program KRR pelaku seks pranikah 10-31%, hasil penelitian Komisi Nasional Perlindungan Anak ( KPA ) di 33 provinsi pada 2008 setelah 14 tahun KRR diterapkan pelakunya malah naik menjadi 62,7 % artinya 26,23 juta pemuda-pemudi yang terjerummus dengan kesadaran atau tidak kedalam lubang SEKS BEBAS. Dari hasil penelitian pun dari 97 % remaja SMP dan SMA yang disurvei pernah menonton film porno dan 93, 7 % dianataranya pernah berciuman, melakukan stimulasi gental dan oral seks. Karena seks bebas yang merajalela yang dimana berpotensi besar dalam penularan penyakit menular seksual dari yang ringan-mematikan. Diperkirakan 10-20 juta jiwa penduduk Indonesia rawan terluar HIV (Republik, 27 Mei 2007 ) dan 81,87 %penderita AIDS tersebut pada remaja. Dari data ini kita dapat berpikir siapa? Apa? Untuk apa Sebenarnya KRR ini.. benar kah KRR ini program untuk meyelamatakan pemuda Indonesia atau kah menghancur pemuda Indonesia? (jawabannya dapat dikirim dialamat dibawah ini. Hehe) Kesehatan Reproduksi (Kespro ) digagas pada Internasional Conference Population Development (ICPD) tahun 1994 di Kairo. Indonesia salah satu peserta konferensi ini dan diwajibkan (entah dipaksa atau tidak ) menerapkan konsep ini. Kespro ini diharapkan mencegah remaja dari seks pranikah dan berbagai masalah reproduksi (sepintas mulia uyyy.. ), dimana salah satu program Negara adidaya yang menguasai dunia dengan ideology kapitalis-sekulerisnya. KRR digagas Barat karena remaja dianggap kurang paham soal seks dan Kespro sehingga cenderung melakukan seks bebas, remaja dianggap belum terpenuhi hak-hak reproduksinya, seperti hak mendapatkan informasi dan pendidikan Kespro dan belum terwujud keadilan dan kesataraan gender yang menginginkan reproduksi tidak harus dalam bingkai keluarga (Mohammad, 2004 ) Bila anda pernah mengikuti seminar tentang kesehatan reproduksi ini anda akan mendapat penjelasan tentang perkembangan biologis seorang manusia dimana tingkat perkembangannya dari embrio-dewasa dan titik penekanannya adalah pada saat remaja dimana terjadi perubahan fisik dan psikis pada seseorang yang menginjak masa remaja, TERUTAMA organ reproduksinya, bagaimana prosese reproduksi sampai terjadi kehamilan dari masuknya sperma pada alat kelamin wanita yang sampai meleburkan dengan sel telur hingga terjadinya embrio ( kehamilan ) selintas pengetahuan biasa namun ujung seminar itu adalah bagaimana cara agar tidak terjadinya kehamilan, bila hamil pun diberikan solusi yakni “aborsi ‘aman’, hubungan dengan sesama jenis yang dalam konteks “agar aman “dan tentang info penyakit seksual menular dan pencegahannya. Dalam konsep KRR ini pun digagas bila ingin melakukan hubungan seks aman harus menahan, bila tidak harus setia lah pada pasangan (pastinya bukan pasangan dalam PERNIKAHAN), bila tidak bisa juga maka anjuran yang mulai meampuhkan adalah pakai lah kondom dengan dalil agar tidak terjangit peyakit menular. Padahal bukan rahasia lagi bahwa sperma itu ukurannya sangat kecil sekali hingga dapat menembus kondom dan bila terjadi kehamilan solusi yang ditawarkan adalah Aborsi (dianggap jalan paling ampuh ) dan bila tejadi pada pasangan yang telah menikah namun tak setia ikuti lah program KB (suntik KB, pencegah kehamilan ). So, apa garis merah ( ups bukan benang merah loe, hehe) yang dapat kita ambil program ini bukan memberikan pengetahuan tapi mengajarkan bagaimana seks itu aman dan dengan kata-kata AMAN tersebut akhirnya larangan, hukum agama, dan budaya tak lagi diubris akhirnya pun para pemuda berani untuk melakukan seks bebas, tanpa tahu fakta sebenarnya, karena program ini semakin gencar dilakukan semakin banyak pula para pemuda yang terjerumus dengan kata inti yang terngiang-ngiang “AMAN”. Fakta sebenarnya menjawab padahal aborsi yang dilontarkan aman dapat berisiko mandul, bahakn pada aborsi provocatus criminalis lebih tingi (Lawson, Atrah Shulman dan Ramick, 1987 )kata-kata aman hanya lah mitos sebab uterus (rahim) rentan terhadap tindakan aborsi, seperti perforasi (sobeknya)dinding rahim yang dilakukan pada tindakan aborsi. Selanjutnya kompilikasi lanjut trauma pada ostium uteri internum dapat menyebabkan incompetentia cercalis yang dimana kehamilan selanjutnya cenderung keguguran (Lash, 19740, bahkan sering kali gangguan haid pada pelaku tindakan aborsi. So, setiap janin yang diaborsi maka setiap pelaunya berresiko tinggi dalam kemandulan bagaimana tujuan dari reproduksi sebenarnya itu terjadi yaitu meperbanyak dan melestarikan keturunan itu dapat terwujud. Resiko psikis pada pelaku pun akan mehinggapinya seperti trauma, gangguan kejiwaan, engan menikah kalaupun menikah akan kehilangan nafsu seksualnya hingga perkawinan pun tidaka akan bahagia. Diluar itu banyak tidakan aborsi ini gagal bukan hanya nyawa bayi saja yang hilang namun sang pelaku pun melayang, berdasarkan penelitia KPA pada 2009 42.000 pelaku pemudi yang kehilangan nyawa bersama bayi akibat tindakan pembunuhan yang diperpak dengan kata aman ini. Belum lagi suntikan KB pencegah kehamilan yang dimana Eitttt…. Masih banyak lagi dari paragraph diatas tadi ada disebutkan bila ingin aman pakai lah alat kontrasepsi “kondom” , padahal fakta lagi menjawab bahwa alat itu tak secanngih yang dilontarkan resiko kehamilan juga tinggi, bahkan mengakibatkan penurunan kesuburan karena terjadi penurunan fungsi ovarium, perubahan fisiologi pada tuba dan sekresi mucus serviks berkurang. Jangankan sperma penyakit menular yang dari bakteri dan virus ang ukurannya mili-milian itu pun akan menembus kondom, so penyakit menular pun akan hingga pada diri anda, masih berani kah mencoba ?.,. Belum lagi yang menyakinkan “aborsi aman” di coba penggunaan dibeberapa rumah sakit, puskesmas oleh para medis hinnga menimbulkan asumsi lagi “iya aborsi aman”. Penjelasan terkait dengan KRR sering kali di isi dan di gambarkan yang tidak jauh dengan yayangan porno yang dimana menambah syhwat bagi para pemuda yang belum menikah, belum lagi di lingkungan diterlihat para perempuan membuka aurat, tayangan porno baik itu berupa gamabr, video, film yang dikemas unik yang semakin melenakan para pemuda. Nah loe loe yakin kah KRR ini baik untuk pemuda… tentunya setelah membaca paragraph diatas akan hanya ada 1 jawaban yakni TIDAK!!. Ehmmm… apa solusinya?? Itu yang patut cari jawabannya. Karena manusia hingga melakukan sesuatu karena pandangan hidup kita dan Didunia ini hanya ada 3 pandangan hidup manusia (ehhhmmmm istilah kerenya IDEOLOGI) yaitu satu… Sosialisme yang dengan pimpinannya unisoviet ( tau g??, ya iya lah g tau kan ideology ini ga laku lagi dan telah runtuh ditelan bumi) dimana menganggap bahwa semua ini dari materi, untuk materi dan kembali menjadi materi, Duuuaaa… Kapitalisme-sekulerisme (nah yang 1 ni pasti g asing lagi kan… bagi yg masih merasa asing…” halooowwww, kemana aja loe selama ini”) yang dimana memisahkan agama dari kehidupan ( kalau masalah agama di mesjid aja dech) yang notebonnya hukum dibuat oleh manusia yang sangat terbatas, lemah dan tergantung (melihat punggungnya saja tidak bisa ), dan yang terakhir (yang paling sempurna ) adalah islam (yang dimana dari Allah, hidup untuk beribadah pada Allah dan kembali hanya pada Allah ) sehingga untuk meyelesaikan permasalah diatas maka harus mengikuti pandangan hidup tertentu , karena pandangan hidup tersebut ada 3 maka pilih salah satu, ( biasanya untuk menjawab soal pilihannya harus dianalisis dulu kan yang mana jawaban yang benar ), Sosialisme, tentunya ideology ini sudah mati,kedua, Kapaitalisme tentunya permasalah ini dari ideology ini yang digagas dari para penganutnya yaitu barat ( lihat paragraph 6) nah pastinya tidak dari ideology ini, satu pilihan lagi dan itu lah yang benar yaitu Islam karena harus disadari kita diciptakan oleh dari Allah, apa yang kita lakkukan pun harus dari pencipta manusia itu sendiri . Sepakat.. Untuk menjawab permasalah diatas jawabanya hanya dengan ideologi islam (sesuai analisis dengan proses berpikir), Islam mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan dimana mereka hanya boleh berinteraksi karena dengan alas an tertentu yaitu jual beli, pendidikan, peradilan, kesehatan. Hingga tidak membiarkan dua oaring berlawanan sejenis berdua an tanpa mahramnya karena bila itu terjadi syaitan akan mengambil kesempatan itu. Bagi yang sering bergoncengan berdua (pastinya bukan muhrim), mojok-mojokan tak kan terlihat lagi bila system islam yaitu khilafah tegak, Islam pun mendorong untuk menikah firman Allah Swt dalam surah 24 ayat 32 artinya “ Dan kawinkahlah orang-orang sendiri diantara kamu, dan orang-orang yang layak berkawin dari hamba-hamba sahaya yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan… “ so bagi pra pemuda akan tersalur secara sehat dan benar, bagi pemuda jangan takut nikah muda malah meyehatkan (isu nikah muda menimbulkan penyakit kanker dll. Hanya mitos, tenang ), bagi yang belum perpengalaman tenang Negara akan memberikan pendidikan tersebut hinnga emosi, fisik, dan psikis kita siap untuk nikah muda, bila tak mampu pun (karena hal dll ) maka islam punya solusinya yaitu puasa lah karena puasa perisai diri. Ehm, jangan coba-coba… Islam menjatuhkan hukum rajam bagi pelaku pezina muhson dan ghairu muhson dengan di cambuk., dan diasingkan bagi yang belum nikah atau pun sudah nikah. Bahkan, jangn risau lagi karena islam tidak akan membiarkan memberikan peluang sedikit pun untuk tumbuhnya syahwat-syahwat yang terlarang.. VCD, situs, buku, video, film atau apapun yang mengundang syahwat akan dihapuskan (UUD hapuskan penjajah kale). Islam memberikan kewajiban untuk perempuan untuk menutup auratnya dengan jilab (jubah) dan kerudung (buka surah anur dan al ahzab ayat dan laki-laki untuk menundukan pandangannya.. Bahkan lagi… Negara islam (khilafah ) akan menjaga lingkunga agar tidak terjadi hal-hal negative yang membahanyakan manusia, tidak akan membiarkan seminar, penyuluhan yang berbau menjerumuskan manusia. Negara khilafah pun akan memutuskan perjanjian internasional dengan barat agar tidak akan ada lagi missal program-program yangmenyesatkan yang memperkokoh tekanan asing dinegara kita (imperealisme gaya baru). . Semuanya perananan Negara untuk menerapkan hukum-hukum Allah (syariah islam) hingga individu, keluarga dan masyarakat terjaga dana terkondisikan hingga tak akan ada celah lagi untuk tidak melaksanakan segala aturan dan menjauhi laranganNya. PESAN terakhir dalam tulisan ini hingga tak ada alasan lagi untuk kita berdiam diri membiarkan system yang ada sekarang berlahan-lahan menghancurkan kita, namun bergerak melakukan perubahan revolusioner untuk diterapkannya Syariah Isalam dalam satu kepimpinan dan satu nangan yaitu KHILAFAH ISLAMIYAH. End… BY. DIENA AR RAZITA

Add a Comment